Biaya Pendaftaran hanya Rp600.000, bulanan Rp100.000
Pondok Pesantren Salafiyyah Al-Munawir
gradient

GAMBARAN UMUM PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH AL MUNAWIR #3

2026
GAMBARAN UMUM PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH AL MUNAWIR #3

C. PERKEMBANGAN PONDOK

  1. Sarana dan Prasarana

Pondok Pesantren Salafiyyah Al Munawir sebagai lembaga pendidikan Islam mempunyai tiga bangungan utama yaitu tempat tinggal/asrama santri putri (dua lantai), asrama santri putra (dua lantai) dan gedung madrasah diniyyah (tiga lantai). Bangunan lainnya sebagai sarana penunjang adalah dapur umurn, waserba santri, dan kamar mandi/WC. Untuk sarana peribadatan tersedia aula di lantai dua asrama putra yang berkapasitas kurang lebih dua ratus orang. Aula ini selain berfungsi sebagai tempat beribadah juga sebagai sarana pendidikan, rapat dan kegiatan lainnya. Bangunan untuk asrama santri putri berlantai dua yang pada awalnya terdiri atas lima kamar yaitu tiga kamar di lantai satu dan dua kamar di lantai dua. Tiap-tiap kamar diberi nama yang masing-masing berbeda kapasitasnya.


Pada tahun 1998 asrama santri putri yang semula hanya lantai satu yang berdinding tembok sedangkan lantai dua berdinding papan, direnovasi sekaligus menambah satu lantai di atas ndalem. Pembangunan itu dikoordinir oleh Nurhidayat, S. T. dibantu Muhammad Ali Nidhom dan Muhammad Ali Muhson.


Asrama santri putra berlantai dua yang terdiri atas 15 kamar. Tiap-tiap kamar diberi nama yang masing-masing berbeda kapasitasnya. Kamar-kamar tersebut dibagi menjadi empat kelompok kamar, yaitu 2 kamar pengurus, 5 kamar Darun Na'im, 4 kamar Darus Salam, dan 6 kamar Darul Firdaus.


Gedung Madrasah Diniyyah mulai dibangun sejak tahun 1992. Pada tahun 1993 masih berlantai satu dan langsung digunakan untuk proses belajar mengajar. Kemudian pada pernode 1994-1997 lantai dua dan tiga dibangun.


Asrama santri putra dan putri masing-masing dilengkapi dengan empat kamar mandi, empat WC, satu kolam wudlu serta saru dapur umum. Santri yang tidak memasak sendiri (terutama santi putra) disediakan warung makan yang terletak di sebelah timur ndalem.


Fasilitas yang diberikan Pondok Pesantren Salafiyyah Al Munawir pada santrinya dapat dikatakan cukup, yaitu telepon, pompa au dan listrik Telepon dapat digunakan untuk kegiatan pesantren tetapi biasanya kalau untuk keperluan pribadi menggunakan telepon umum kartu (chip) yang terletak di depan asrama santn


  1. Santri

Santri Pondok Pesantren Salafiyyah Al Munawir pada tahun kepengurusan 1999-2000 mencapai jumlah 108 orang yang terdiri atas 85 orang santri putra dan 23 orang santri putri dan berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, D. I. Yogyakarta, dan Jawa Barat seperti Semarang, Demak, Pati, Grobogan, Tegal, Indramayu, Salatiga, Sragen, Kudus, Jepara, Blora, Kendal, Batang, Brebes, Wonosobo, Kebumen, Purwokerto, Cilacap, Gunung Kidul, dan Cirebon. Bahkan ada yang berasal dari luar Jawa.


Secara umum, jumlah santri yang tinggal di Pondok Pesantren Salafiyyah Al Munawir sejak tahun 1994 mengalami penurunan. Bahkan untuk santri putri jumlah santri putri yang tinggal di pondok pesantren pada periode tahun kepengurusan 1999-2000 hanya 32% (sepertiga) darı jumlah santri putri di tahun 1994. Sedangkan untuk santri putra pada tahun kepengurusan 1999-2000 ini mengalami penurunan 12% dibanding kuantitas santri di tahun 1994.


Sedangkan tingkat usia santri Pondok Pesantren Salafiyyah Al Munawir pada periode tahun kepengurusan 1999-2000 ini, untuk santri putra 9,4% (8 orang santri putra) berusia 10-14 tahun, 43,5% (37 orang santri putra) berusia 15-19 tahun, 34.1% (29 orang santri putra) berusia 20-24 tahun, 12,9% (11 orang santri putra) berusia 25-29 tahun dan hanya seorang vang berusia di atas 30 tahun. Adapun untuk santri putri 2 orang santri putri (8,7%) berusia di bawah 14 tahun, 16 santri putri (69,6%) berusia 15-19 tahun dan 5 (21.7%) orang santri putri yang berusia di atas 20 tahun.


Berdasarkan data yang ada, klasifikası santri putra berdasarkan lama tinggal di Pondok Pesantren Salafiyyah Al Munawir adalah 29 santri putra (34,1%) tunggal kurang dari satu tahun, 27 santri putra (31,8%) tinggal 1-2 tahun, 15 santri putra (17,6%) tunggal 3-4 tahun dan selebihnya yaitu 14 orang santri putra (16,5%) telah tinggal lima tahun atau lebih. Untuk santri putri, 12 santri putri (52,2%) tinggal kurang dari satu tahun, 9 santri putri (39,1%) tinggal 1-2 tahun dan hanya 2 santri putri yang telah tinggal 3-4 tahun.


  1. Kepengurusan Pondok Pesantren

Adanya kepengurusan di Pondok Pesantren Salafiyyah Al Munawir dipelopori oleh Rofiq Musa pada tahun 1980. Tanggungjawab pengaturan santri yang semula dipegang oleh pengasuh kemudian diserahkan kepada pengurus yang dipimpin oleh seorang lurah. Pengelolaan Pondok Pesantren Salafiyyah Al Munawir secara umum ditangani oleh pengasuh, tetapi dalam kesehariannya pengelolaan pesantren itu diserahkan kepada pengurus, baik pengurus putra maupun pengurus putri.


Pemilihan lurah pondok dilakukan dengan metode Pemilu (Pemilihan Lurah) yang diadakan setiap satu tahun sekali. Setiap santri memiliki suara untuk memilih dan berhak dicalonkan menjadi kandidat lurah dengan syarat-syarat tertentu. Setelah dilaksanakan pemilihan kemudian lurah terpilih menunjuk wakil, sekretaris, bendahara, dan seksi-seksi berdasarkan kesepakatan formatur yang terdiri atas lurah terpilih, mantan lurah, pembina, dan utusan/wakil tiap-tiap kamar.